Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Instalasi Dan Review Ubuntu Budgie

April 18, 2018 1 Comment

Ubuntu Budgie

Ubuntu Budgie adalah varian dari keluarga Ubuntu. Sesuai dengan penamaanya , distro ini merupakan turunan dari Ubuntu yang dimodifikasi antarmukanya. Antarmukanya sendiri menggunakan desktop Budgie. Budgie ialah lingkungan desktop yang menggunakan teknologi GNOME seperti GTK + dan dikembangkan oleh proyek Solus serta oleh kontributor dari berbagai komunitas seperti openSUSE Tumbleweed, Arch Linux dan Ubuntu Budgie sendiri. Desain Budgie menekankan pada efisiensi, kesederhanaan, keanggunan, dan kegunaan, terutama kegunaan untuk pengguna baru. Ini memberikan pengalaman pada desktop yang mirip dengan sistem operasi seluler seperti Android.Antarmukanya juga menyerupai GNOME. Budgie ditulis menggunakan bahasa C.

Ubuntu Budgie menyertakan aplikasi Linux terbaik yang tersedia guna membuat kebutuhan kita terpenuhi. Didukung oleh repositori Ubuntu dan Debian yang luas, kustomisasi yang mudah akan sangat membantu anda dalam penyesuaian tampilan.

Sebelum dapat memasang Ubuntu Budgie ke sistem komputer alangkah baiknya jika kita memperhatikan spesifikasi minimum komputer untuk dapat menjalankan Ubuntu Budgie.

Spesifikasi Minimum
  • Prosesor berkecepatan 1,5 GHz
  • Kapasitas RAM 2 GB
  • 60 GB ruang disk

Pra-Instalasi
  • Download file installer Ubuntu Budgie di Website Ubuntu Budgie.
  • Siapkan satu buah Flashdisk/DVD Drive yang berisi file installer Ubuntu Budgie.
  • Download aplikasi virtualisasi(VirtualBox/VMware) jika akan mencoba instalasi via virtual machine.
  • Koneksi internet (optional).

Langkah - Langkah Instalasi
  1. Klik Install Ubuntu Budgie , untuk Menginstal Ubuntu Budgie, atau kita juga dapat mencoba live session dengan cara klik Try Ubuntu Budgie.

  2. Selanjutnya, langkah Persiapan Instalasi Ubuntu Budgie , Klik Continue.

  3. Selanjutnya, langkah Instalation Type , Klik Something Else , karena kita akan setting partisi secara manual.

  4. Selanjutnya buat partisi swap, Klik Partisi kosong , Kemudian Klik Add(+).

  5. Tentukan ukuran partisi misal 2048 MB, kemudian arahkan use as ke swap area, Lalu klik OK.

  6. Selanjutnya buat partisi /home (partisi penyimpanan data user), Klik Partisi kosong , Kemudian Klik Add(+).

  7. Tentukan ukuran partisi misal 256000 MB, kemudian arahkan use as ke Ext4 Journaling File System dan Mount Point ke arah /home, Lalu klik OK.

  8. Selanjutnya buat partisi / (partisi system), Klik Partisi kosong , Kemudian Klik Add(+).

  9. Tentukan ukuran partisi misal 85549 MB, kemudian arahkan use as ke Ext4 Journaling File System dan Mount Point ke arah /, Lalu klik OK.

  10. Jika sudah diatur semua , Klik Install Now.

  11. Selanjutnya akan muncul peringatan yang berisi pertanyaan untuk izin menulis/menerapkan perubahan kedalam harddisk, Klik Continue.

  12. Selanjutnya Konfigurasi Zona Waktu, Pilih Jakarta , Klik Continue.

  13. Konfigurasi Layout Keyboard , Pilih English (US) , Klik Continue.


  14. Kemudian isi data user dari Nama Lengkap, Nama Mesin/Komputer, Username Login, dan Password Login , Lalu klik Continue.

  15. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

  16. Proses Instalasi selesai, Klik Restart Now untuk booting ulang.


Berikut beberapa screenshot dari dekstop Ubuntu Budgie







Daftar Aplikasi Yang Terinstal
  • Accesories
    • Plank
    • Gedit Text Editor
    • Maps
    • Weather
    • Nautilus File Manager
  • Games
    • AisleRiot Solitaire
    • Mahjongg
    • Mines
    • Sudoku
  • Graphics
    • gThumb Image Viewer
    • LibreOffice Draw
    • Simple Scan
  • Internet
    • Chromium Web Browser
    • Geary Email
    • Transmission BitTorrent Client
  • Office
    • LibreOffice Calc
    • LibreOffice Draw
    • LibreOffice Impress
    • LibreOffice Math
    • LibreOffice Writer
  • Science
    • LibreOffice Math
  • Sound & Video
    • Cheese Webcam Booth
    • Gnome MPV
    • Rhythmbox Music Player
  • System & Administration
    • Gnome Software
    • Software Updater
    • Power Statistics
    • xdiagnose
    • Budgie Desktop Settings
  • Utilities
    • Archive Manager
    • System Monitor
    • Tilix Terminal Emulator
    • Screenshot
    • Evince Document Viewer
    • Disks
    • Disk Usage Analyzer

Standar TCP/IP

April 17, 2017 Add Comment
Apa itu TCP/IP?

TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol  ialah rangkaian protokol komunikasi yang menghubungkan komputer/server dalam internet

Sejarah TCP/IP

Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969.Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak.Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP.Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983. Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP..

Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan Internet Protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan.Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.

Keunggulan TCP/IP

  • Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. 
  • Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.
  • Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. 
  • TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork. 


Arsitektur TCP/IP
Dalam TCP/IP terdapat 5 lapisan :


  1. Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dan sebagainya. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.
  2. Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb. 
  3. Internet Layer , mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. 
  4. Transport Layer , mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. 
  5. Application Layer , merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan.Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP untuk pengiriman e-mail, FTP untuk transfer file,serta HTTP untuk aplikasi web.


Pengiriman dan Penerimaan Paket Data


Layer-layer dan protokol yang terdapat dalam arsitektur jaringan TCP/IP menggambarkan fungsi-fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer. Setiap lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya.

Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di atas. Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah. Data dari user maupun suatu aplikasi dikirimkan ke Lapisan Transport dalam bentuk paket-paket dengan panjang tertentu. Protokol menambahkan sejumlah bit pada setiap paket sebagai header yang berisi informasi mengenai urutan segmentasi untuk menjaga integritas data dan bit-bit pariti untuk deteksi dan koreksi kesalahan. 

Dari Lapisan Transport, data yang telah diberi header tersebut diteruskan ke Lapisan Network / Internet. Pada lapisan ini terjadi penambahan header oleh protokol yang berisi informasi alamat tujuan, alamat pengirim dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan routing. Kemudian terjadi pengarahan routing data. Pada lapisan ini juga dapat terjadi segmentasi data, karena panjang paket yang akan dikirimkan harus disesuaikan dengan kondisi media komunikasi pada network yang akan dilalui. 

Selanjutnya data menuju Network Access Layer , dimana data akan diolah menjadi frame-frame, menambahkan informasi keandalan dan address pada level link. Protokol pada lapisan ini menyiapkan data dalam bentuk yang paling sesuai untuk dikirimkan melalui media komunikasi tertentu. 

Terakhir data akan sampai pada Physical Layer yang akan mengirimkan data dalam bentuk besaran-besaran listrik/fisik seperti tegangan, arus, gelombang radio maupun cahaya, sesuai media yang digunakan.  

Konfigurasi Interface Jaringan Di Linux

June 26, 2016 1 Comment
Setiap Komputer yang ingin masuk /dimasukan kedalam jaringan,membutuhkan sebuah IP Address.IP Address sendiri ialah alamat unik yang diberikan pada komputer yang terhubung ke jaringan.Sehingga Kita harus mengkonfigurasi Interface yang akan dihubungkan ke jaringan agar komputer dapat berhubungan dengan perangkat lainnya di dalam jaringan. Dalam Artikel ini penulis akan memberikan sedikit cara mengkonfigurasi IP Address Di Linux (Debian).

Sebelumnya , Untuk Mengetahui Interface yang terdapat pada komputer, gunakan perintah berikut :
#ifconfig -a


Cara Konfigurasi Interface Jaringan Di Linux (Debian)
  1. Menggunakan IP Static
    • Sementara
      1. Masuk Sebagai User Root (Superuser)
      2. Syntak Perintah Sebagai Berikut :
      3. #ifconfig [nama_interface] [IP_address] netmask [subnetmask]

        Berikut Contoh Perintahnya:
        #ifconfig eth0 192.168.1.10 netmask 255.255.255.0

      4. Untuk Mengecek Hasil Konfigurasi , Ketikan Perintah
        #ifconfig eth0

      5. Untuk menghapus semua konfigurasi pada Interface,gunakan perintah berikut :
        #ip addr flush eth0
    • Permanen
      1. Masuk Sebagai User Root (Superuser)
      2. Ketikan Perintah Berikut :
      3. #nano /etc/network/interfaces

        Note : "Nano ialah aplikasi teks editor yang ada dalam linux,Akan dibahas di artikel selanjutnya."

      4. Akan Muncul Seperti gambar di bawah ini :

      5. Note : Jika Teman-Teman belum pernah mengkonfigurasi secara permanen, maka kemungkinan baris "auto eth0 ........broadcast 192.168.1.254" tidak ada.Sehingga teman-teman harus menulis sendiri script dibawah ini :
        auto eth0  #eth0 ialah interfacenya
        iface eth0 inet static  #static=cara pemberian IP-nya
               address 192.168.1.1
               netmask 255.255.255.0
               network 192.168.1.0
               broadcast 192.168.1.254

      6. Jika Sudah tekan Ctrl+X dan "yes".
      7. Restart layanan "Networking"
      8. #service networking restart
        atau
        #/etc/init.d/networking restart

      9. Cek Hasil Konfigurasi
      10. #ifconfig
  2. IP Dynamic (Menggunakan IP DHCP)
    1. Masuk Sebagai Root
    2. Ketikan Perintah Berikut :
    3. #nano /etc/network/interfaces
    4. Akan Muncul Seperti gambar di bawah ini :

    5. Note : Jika Teman-Teman masih menggunakan IP address static,maka teman-teman hanya harus mengganti kata "static" menjadi "dhcp" dan hapus baris "address [ip address]....s/d....broadcast [ip broadcast].Dan apabila teman-teman belum pernah mengkonfigurasi secara file "/etc/network/interfaces" maka teman-teman harus menulis sendiri script dibawah ini :
      auto eth0   #eth0 ialah interfacenya
      iface eth0 inet dhcp  #dhcp = cara pemberian IP-nya


    6. Restart layanan "Networking"

    7. #service networking restart
      atau
      #/etc/init.d/networking restart

      Note : Akan ada proses pemberian IP address dari DHCP server dan pastikan bahwa Komputer terhubung secara fisik ke jaringan(DHCP Server).

    8. Cek Hasil Konfigurasi
    9. #ifconfig

Struktur/Hirarki Direktori Pada Linux Sesuai FHS

June 23, 2016 Add Comment
unix var fsh linux standard linux directories fsstnd filesystem hierarchy standard (fhs) lsb file system layout standard unix directories /usr/sbin 

Sebelumnya,Apa Itu Direktori ?
Direktori ialah Istilah lain yang diberikan untuk folder pada Sistem Operasi Linux.


Dan , Apa Yang Dimaksud FHS ?
FHS atau FileSystem Hierarchy Standard merupakan petunjuk umum yang digunakan untuk menempatan file dan direktori dibawah sistem operasi turunan UNIX sehingga dapat mendukung interopabilitas aplikasi, program administrasi system, program pengembangan, skrip dan dapat menyatukan dokumentasi dari sistem.


Selanjutnya, Mengapa Perlu adanya Struktur/Hirarki Direktori Pada Linux ?
Agar Mempermudah dalam pengorganisasian file dan direktori lainnya didalam partisi system Linux.


Lalu, Bagaimana Struktur/Hirarkhi Direktori Linux Yang Sesuai Dengan Standar FHS?

Struktur/Hirarkhi Direktori Linux sebagai berikut :
  • Root (/)
  • Root merupakan puncak dari seluruh direktori dari System Linux.Biasanya dilambangkan dengan "/".
  • /bin
  • Direktori /bin berisi perintah dasar yang dibutuhkan oleh root(superuser) maupun user. Sebagian perintah dasar yang bisa anda jalankan disimpan dalam direktori ini.
  • /boot
  • Direktori /boot berisi file-file boot loader diantaranya grub atau lilo dan program yang dijalankan saat proses booting. Kernel, initrd dan system.map juga terletak didalam /boot.
  • /dev
  • Direktori /dev sebenarnya bukan berisi file melainkan perangkat-perangkat yang terdapat pada system yang kemudian dikenal system dengan sebuah file-file.
  • /etc
  • Direktori /etc berisi file-file konfigurasi dan layanan yang dijalankan sistem.
  • /home
  • Direktori /home merupakan tempat menyimpan data yang dikerjakan user. Setiap user yang terdaftar secara otomatis akan dibuatkan direktori khusus untuknya di /home.
  • /lib
  • Direktori /lib berisi file-file library atau pustaka dari semua aplikasi binary yang tersimpan dalam direktori /sbin dan /bin.
  • /lost+found
  • Direktori /lost+found menyimpan file-file yang berasil di recover saat sistem crash.
  • /media
  • Direktori /media berisi direktori-direktori mount-point(misal partisi harddisk,flash disk,DVD) yang telah dimount.
  • /mnt
  • Direktori /mnt pada digunakan untuk tempat direktori mount point. Dikarenakan pada sistem berbasis kernel 2.6.x sudah menggunakan /media, maka /mnt ini umumnya kosong. /mnt bisa juga dijadikan mount point pada saat system rescue atau troubleshooting.
  • /opt
  • Direktori /opt berisi paket aplikasi tambahan yang kita install ke dalam system.Namun saat ini /opt jarang digunakan dikarenakan beberapa paket software terpisah menggunakan direktori untuk menyimpan paket yang menuju ke lokasi manapun
  • /proc
  • Direktori /proc merupakandirektori yang hampir sama dengan /dev namun /proc berkaitan dengan system yang sedang menjalankan proses.
  • /root
  • Direktori /root merupakan home direktori dari user root (superuser)
  • /sbin
  • Direktori /sbin berisi file binary yang digunakan untuk keperluan sistem dan mengendalikan sistem. File binary jika dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak sistem.
  • /temp
  • Direktori /temp berisi file temporeri. Beberapa distro akan otomatis membersihkan isi dari /tmp sewaktu reboot.
  • /usr
  • Direktori /usr berisi program-program yang bisa di akses oleh user, program source code.Didalam /usr hampir mirip dengan direktori /bin,/sbin,dan /lib.
  • /var
  • Direktori /var digunakan untuk menyimpan informasi proses, seperti system history, access logs, dan error logs.Direktori /var merupakan direktori yang isinya sangat dinamis jiika digunakan didalam server. Sangat dianjurkan /var ini untuk diletakkan di partisi terpisah dikarenan direktori /var dapat membengkak dengan sangat cepat



    referensi : http://vpswp.blogspot.co.id/2015/04/struktur-hirarki-file-system-linux-standar-FHS.html

Cara Instalasi Debian 7.3 GUI

June 22, 2016 Add Comment

Debian merupakan salah satu distro dari Sistem Operasi Linux. Debian menggunakan Desktop GNOME. Pada kesempatan kali ini , penulis akan menjelaskan tutorial instalasi Debian dengan menggunakan Debian 7.3. Penginstalan Menggunakan mode teks , Karena menurut saya akan lebih cepat dalam proses penginstalan.

Persiapan :
  • DVD 1-2 Debian 7.3 (Bisa Download Disini )
  • Processor Minimal Pentium 3 dengan kecepatan 1 GHZ
  • RAM 512 MB
  • Harddisk/Partisi Harddisk 8 GB
  • Kartu Grafis
Instalasi
  1. Atur Booting BIOS Ke CD/DVD
  2. Pilih Menu "Install",Karena Kita akan Menginstal Menggunakan mode teks.

  3. Penggunaan Bahasa,Pilih English

  4. Penentuan Lokasi Negara,Pilih Indonesia (Indonesia Terdapat di Others -> Asia -> Indonesia)

  5. Penggunaan Kombinasi Bahasa , Pilih United States

  6. Konfigurasi Keymap Keyboard , Pilih American English.Karena Indonesia tidak menggunakan huruf/abjad lain.

  7. Terdapat Pemberitahuan bahwa Konfigurasi Jaringan Secara Automatic gagal.Maka kita akan konfigurasi manual , pilih continue

  8. Pada Pemilihan metode konfigurasi jaringan , kita pilih do not configure the network at this time.Karena kita akan belajar sendiri nanti setelah proses instalasi selesai.

  9. Masukan Hostname(Nama Komputer)

  10. Masukan Password untuk user root

  11. Masukan kembali password user root untuk verifikasi

  12. Masukan Nama Lengkap User

  13. Masukan username(nama user)

  14. Masukan Password untuk User Pengguna

  15. Masukan Password User Pengguna untuk verifikasi

  16. Tentukan Zona Waktu , Karena saya Di Cilacap maka saya pilih Western

  17. Masuk Mode Partisi , Kita Pilih Manual
  18. Pemilihan Mode Partisi :
    • Guided - use entire disk ,berarti installer akan mempartisi sendiri dan menggunakan seluruh harddisk.Pilihan ini digunakan jika kita mempunyai harddisk baru dan seluruh kapasitas harddisk tersebut akan digunakan khusus sebagai system.
    • Guided - use entire disk and set up LVM, berarti installer akan mempartisi secara otomatis dengan tambahan fitur LVM sehingga kita dapat mengelola kembali partisi harddisk
    • Guided - use entire disk and set up encrypted LVM,berarti installer akan mempartisi otomatis dengan tambahan fitur LVM terenkripsi sehingga dapat meminimalisir kehilangan data/pencurian data
    • Manual , berarti kita akan mengkonfigurasi manual partisi di dalam harddisk.Pilihan ini digunakan jika didalam harddisk terdapat System Operasi lain dan Partisi data.

  19. Pilih harddisk yang akan digunakan
  20. Jika didalam Komputer terdapat lebih dari satu harddisk maka akan menampilkan harddisk lainnya.Dalam Penginstalan kali ini saya menggunakan harddisk kosong dengan ukuran 80 GB.

  21. Terdapat peringatan Pembuatan tabel partisi baru pada harddisk ,pilih yes

  22. Pilih Partisi yang akan digunakan/dibagi

  23. Pilih Penggunaan partisi kosong , kita pilih Create a new partition.

  24. Tentukan ukuran partisi baru yang akan dibuat
    Partisi yang akan dibuat yakni partisi swap sebesar 4 GB.

  25. Tentukan tipe partisi baru , pilih Logical

  26. Tentukan lokasi partisi pada tabel partisi,pilih end

  27. Masuk pengaturan partisi , pada menu "use as :" pilih swap area.Lalu klik done setting up the partition

  28. Klik lagi pada partisi yang masih kosong

  29. Pilih Create a new partition

  30. Tentukan ukuran partisi.
    Kali ini partisi untuk /home atau data user

  31. Untuk tipe Partisi pilih Logical

  32. Untuk lokasi partisinya , pilih end

  33. Masuk ke Pengaturan partisi , pada "use us :" pilih "Ext4 Jurnaling file System ,Untuk Mount Point arahkan ke /home , Lalu klik Done setting up the partition

  34. Klik Kembali pada partisi kosong

  35. Pilih Create a New Partition

  36. Gunakan Sisa kapasitas harddisk untuk partisi system (/)

  37. Untuk type partisi kita pilih Primary

  38. Masuk Pengaturan partisi,Pada menu "Use as:" Pilih Ext4 Jurnaling File System, Pada Mount Point kita arahkan ke / , Lalu klik Done setting up the partition

  39. Ini Adalah hasil konfigurasi kita , Lalu klik Finish Partitioning and write changes to disk

  40. Pada peringatan Tulis Perubahan ke dalam harddisk ,Klik Yes

  41. Masuk ke Konfigurasi Pengelolaan Paket,DVD 1 akan otomatis ter-scan kedalam repository.Selanjutnya kita akan scan DVD 2 Sehingga Kita keluarkan DVD 1 dan masukan DVD 2.Jika sudah pada "Scan anoher CD or DVD?" ,pilih yes
  42. Jika DVD 2 telah ter-scan dan masuk ke repository,Pada pilihan "Scan another CD or DVD?" ,Pilih no
  43. Kita akan masuk ke pemasangan beberapa aplikasi,Akan ada Peringatan untuk memasukan kembali DVD 1 , Kita Keluarkan DVD 2 dan Masukan kembali DVD 1 , Lalu Klik Continue.

  44. Terdapat Peringatan Kembali,Kali ini Peringatan untuk memasukan DVD 2,Kita keluarkan DVD 1 dan mengganti ke DVD 2, Lalu Klik Continue
  45. Keluar Peringatan Lagi Untuk Memasukan DVD 1 ,Kita keluarkan DVD 2 dan Masukan kembali DVD 1, Lalu Kilk Continue

  46. Kita Masuk ke Popularitas Pengembangan,Pada "Participate in the package usage survey?" , Pilih No saja.
    Jika anda terhubung ke internet anda dapat ikut serta dalam survey Popularitas Penggunaan Pengembangan dengan pilih "Yes". 

  47. Pada Pemilihan Software yang akan dipasang ,Pastikan Debian Desktop Environment telah diberi Bintang karena Debian kita akan menghasilkan Debian berbasis GUI.Untuk Paket Server abaikan dahulu karena kita tidak menggunakannya dan pada Laptop dan Standard System Utitilies telah diberi bintang
  48.  
    "Apabila Desktop Environment Tidak di beri bintang , Maka debian kita akan menghasilkan Debian berbasis teks"
    "Apabila Standard System Untilities Tidak diberi bintang ,Maka Kmungkinan Penginstalan akan menghasilkan debian yang tidak sempurna"
    "Untuk memberi bintang ,Kita gunakan Tombol Spasi(Space) pada keyboard"

  49. Pada Penginstalan GRUB Boot Loader Ke MBR kita Klik Yes

  50. JIka Kita Klik No Maka Debian tidak akan menampilakan boot loadernya sehingga kita tidak dapat masuk/booting ke Debian

  51. Akan Tampil Peringatan Bahwa Instalasi telah selesai,Klik Continue

  52. Jika Telah Reboot , Kita keluarkan DVD-nya.
  53. Berikut adalah Tambilan Boot Loadernya